Recent News
Interaksi Parapemikir
- Published 08/26/2008
Bagi yang ingin berdiskusi tentang pemikiran silakan bergabung di mailing list parapemikir@yahoogroups.com . Scroll/lihat dikotak paling bawah dan isi alamat email anda dikotak yang sudah disediakan, kemudian klik tombol 'Yahoogroups Joint Now' . Selamat Bergabung... :)
Pengumuman Kelas Parapemikir
- Published 08/25/2008
Sehubungan dengan memasuki bulan ramadhon, maka untuk sementara kelas parapemikir yang diadakan setiap senin malam diliburkan sampai dengan tanggal 19 Oktober 2008. Kelas akan dimulai lagi pada tanggal 20 Oktober 2008. Demikian untuk perhatiannya. ~~~ Selamat menunaikan Ibadah Puasa.~~~
Featured Articles
Salah satu perbedaan utama dari hukum Tuhan dan hukum manusia adalah, Hukum Tuhan memiliki dua dimensi sedangkan hukum manusia hanya memiliki satu dimensi. Hukum Tuhan memilik aspek spiritual sedangkan hukum manusia tidak memiliki aspek ini, dengan kata lain hukum manusia tidak pernah akan meningkatkan spiritualitas seseorang.
Membincang keadilan Tuhan (Theodicy) dalam bencana tsunami di Aceh
- By Milist Parapemikir
- Published 09/4/2008
- TEOLOGI
- Unrated
Di antara segala kepiluan, kegalauan, dan kepanikan melakukan apa saja yang mungkin dalam menghadapi katastrofi dahsyat, sebagaimana gempa tsunami yang terjadi di Aceh, biasanya selalu mendekam pertanyaan besar : apa maunya Tuhan dengan semua ini?
Bagi pembaca situs ini mungkin ada yang kesulitan untuk mencari sejarah singkat lahirnya kata ‘logika’ dan lahirnya terminologi “logika” sebagai ilmu. Artikel itu pernah ditulis disini : http://www.parapemikir.com/articles/52/1/Pengantar-Logika/Page1.html
Mak Lampir tertawa terkekeh-kekeh, dan Nyai Loro Kidul pun menarik kais kereta kudanya meniti jalan diangkasa. Begitu pula pendekar dari dunia kramat itu, melewati kobaran api yang dahsyat dengan menunggang kuda sembrani. Dan disudut negeri yang lain, Gatot Kaca dan Superman tertegun satu sama lain menatap ke unikan kostum terbang masing-masing.
Menyambung postingan yang pertama yang kita beri judul ‘Mereka yang disebut Islam’ maka sekarang kita tiba kepada bahasan yang kedua, yakni bagaimana jika seseorang yang hatinya tunduk kepada kebenaran. Pintu hatinya terbuka untuk menerima dan bertindak menurut kebenaran sementara lahiriahnya dia adalah non muslim seperti misalnya Descartes. (Seorang filosof Perancis,red.)
Bahasan kali ini adalah penjelasan penting dari pembahasan awal kita kemarin, yang kita beri judul ‘perbuatan baik non muslim’. Sekarang kita tiba kepada persoalan dan sekaligus pertanyaan apa sih yang disebut muslim atau Islam itu?
Setelah kita mengetahui jenis ketundukan fisik dan ketundukan akal intelek, sebagaimana yang kita lihat pada postingan sebelumnya yang diberi judul ‘mereka yang disebut kafir’ maka selanjutnya kita akan membahas jenis ketundukan yang ketiga, yakni ketundukan hati.
Mengingat kembali kepada postingan sebelumnya, kita telah tiba kepada pertanyaan, apa sih yang disebut dengan hati yang bersih?
Setelah kita melihat dan membaca apa alasan yang diajukan oleh kelompok kaum intelektual dan kelompok orang-orang sholeh pada postingan sebelumnya [mereka yang disebut kaum intelektual dan mereka yang disebut orang sholeh yang kaku] , dari alasan-alasan yang mereka ajukan nampaknya bisa kita saksikan bahwa titik tekan dari kedua kelompok ini adalah pada persoalan kafir atau tidak kafir.
Kembali kepersoalan apakah orang-orang yang tidak mengikuti agama yang benar TETAPI melakukan pekerjaan dan perbuatan sesuai dengan ajaran agama yang benar, semua amalannya itu akan diterima oleh Tuhan. Kita sudah membicarakan bagaimana alasan logis yang diajukan oleh kaum intelektual dipostingan sebelumnya. Dan kita juga sudah memperhatikan apa yang mereka kutip dari Al-quran sebagai landasan fundamentalnya.
Pembicaraan yang paling sensitif dan yang paling banyak dihindari pada zaman modern ini adalah pembicaraan tentang perbedaan agama-agama. Kebanyakan dari kita risih untuk membicarakan agama manakah yang paling benar. Masalah ini menjadi lebih sulit lagi karena di
Menyambung apa yang sudah kita bicarakan sebelumnya apakah orang-orang yang telah berkorban demi kemanusiaan, mempersembahkan ilmu pengetahuan demi kemanusian, menolong orang sakit dengan meneliti segala macam obat-obatan demi keselamatan manusia, mereka itu semuanya akan masuk neraka karena mereka adalah non muslim?
Berangkat dari diskusi dimillist-milist yahoogroups, tergerak untuk menulis sedikit tentang apakah orang orang non muslim seperti Bunda Teresa, Louis Paster, Isaac Newton, Thomas Alfa Edison dan penemu-penemu besar untuk kemajuan kemanusiaan itu semuanya masuk neraka karena mereka adalah non muslim?
Kembang Bantar Gebang
- By Agung Dwi Hardiyanto
- Published 07/21/2008
- SEPERTINYA INFO
- Unrated
Adalah Rara, gadis yang Februari lalu genap berusia 16 tahun. Seorang perempuan dengan semangat mulia, ingin sekolah hingga selesai. . “Ra, gendong anaknya lancar, kok gak nikah aja ?” tanya saya. “Gak ah, mo sekolah dulu” ketika ditanya lebih jauh lagi, dia menjawab hanya dengan senyuman.
Recent Articles
Website Marketing Companies - A Checklist To The Advantages
- By Derek Rogers
- Published 02/16/2008
- Internet
- Unrated
Top Ten Must Buy Laptop Accessories
- By James Brown
- Published 02/16/2008
- Computers and Technology
- Unrated



