Dualisme Rab dan Ilah
- By Diskusi Milist Parapemikir
- Published 05/25/2008
- TEOLOGI
- Unrated
===============================
Nidlol Masyhud <nidlol@ wrote:
Tadabbur yang bagus, Mas Shofi.
Saya tidak tahu persisnya. Cuman kalau dicermati dari paparan-paparan di Al-Quran, Syirik Ubudiyyah/Uluhiyyah itu nampaknya lebih tinggi kecamannya dibanding Syirik Hakimiyyah. Meskipun tentunya Syirik Hakimiyyah juga sangat parah (seperti disifati dalam Surat Al-Maidah).
poin ini,
1. Membuat-buat aturan agama baru
2. Mengharam-haramkan hal-hal yang halal
Kedua hal ini sering disebut beriringan dalam Al-Quran. Yang pertama sering dilakukan oleh orang-orang yang terlalu ekstrim dalam berpendapat, sedang yang kedua oleh orang-orang yang terlalu ekstrim dalam beribadah.
Dumta muwaffaqan!
--- In parapemikir@yahoogroups.com, robet qosidi
<robet_gasede@ wrote:
Salam,
Tauhid uluhiyah dan Rububiyah adalah tauhid bikinan Wahaby dan Ibn Taimiyah. Untuk mentahbiskan bahwa akidahnya adalah yang paling benar dan akidah yang lain adalah salah, atau masih ada kesalahan. Tapi anehnya, saya baca sendiri dalam kitab naqd maratib Ijma', dan beberapa buku lainnya karya Ibn Taimiyah. Ternyata Ibn taimiyah mengakui ke-qadiman alam. Masya Allah. Yang qadim itu hanyalah Allah subhanahu wa taala. Huwa al-Awwalu wa al-Akhir. Orang yang mempunyai akidah sesat, seharusnya tidak diikuti.
Kalau orang wahaby menganggap bahwa NU itu tuhannya masih rab, atau tauhidnya masih rububiyah. Itu kidzb. Kebohongan besar. Pembagian ilah dan rab itu dalam mendefiniskan Tuhan hanyalah bid'ah yang paling besar yang pernah dibuat oleh wahaby. Saudaraku, kaum wahabiyah, bertobatlah, jangan pernah mengkafirkan kawan seislam-mu.
Kalau pun benar, tuhannya NU adalah Rab dan tuhannya wahaby adalah ilah, maka nanti yang ditanya di alam qubur cuma orang NU saja. Sedangkan wahaby tidak.
Tidak ada dualisme antara rab dan ilah. Yang ada hanyalah Allah al-wahid, sang pencipta alam. Tuhannya semua muslim yang sholat menghadap kiblat.
Salam
Nidlol Masyhud <nidlol@ wrote:
Salam, Bung Robet.
Daripada ngelantur ke
Atau penilaiannya benar tapi jalur penyimpulannya keliru. Penangkapan anda terhadap konsep Uluhiyyah dan Rububiyyah sangat kacau beliau. Anda masih menganggap bahwa "Ilah" itu adalah pihak lain selain "Rabb". Sepertinya anda belum paham apa yang dimaksud oleh orang-orang 'wahabi' itu. Saya tes saja: apa artinya "al-`illatul ghaa'iyyah `illah faa`iliyyah li faa`iliyyatil `illahtil faa`ilah"..?
Bagian akhir imel anda ini berbunyi "Yang ada hanyalah Allah al-wahid, sang pencipta alam. Tuhannya semua muslim yang sholat menghadap kiblat". Nah lho... kok ada banyak sifat..?!
ada "al-wahid"?
ada "sang pencipta alam"?
ada "Tuhannya semua muslim yang sholat"?
Ini mengacu pada satu entitas ataukah banyak? Kalau mengacu pada satu entitas, berarti konsep "Rububiyyah-Uluhiyyah" benar dan anda salah sangka.
Kalau mengacu pada banyak entitas, berarti kaum wahabi salah dan kaum musyrik benar.
--- In parapemikir@yahoogroups.com, Ahmad Badrudduja
<ahmadbadrudduja@ wrote:
Akhi Masyhud,
Tauhid model Wahabi dan Ibn Taymiyah bukanlah satu-satunya model tauhid dalam Islam. Itu hanya ijtihad saja. Kalau saya membaca kitabnya Muhammad ibn Abdul Wahab, Kitab al-Tauhid allazi Huwa Haqqullahi ala al-Abid, sama sekali tak menarik. Isinya hanya kutipan-kutipan ayat. Tak ada elaborasi yang menarik seperti karya-karya sarjana Asyariyah, Maturidiyah, dan Mutazilah yang sangat kaya itu. Anehnya, sekte-sekte inilah yang dikafirkan oleh kaum Wahabi. Menurut saya, tauhid Wahabi itu contoh dari tauhid
Contoh "Islam badui" di
Sekedar mulahazah pendek:
Anda menyebut istilah-istilah berikut ini: "al-`illatul ghaa'iyyah, `illah faa`iliyyah li faa`iliyyatil `illahtil faa`ilah".
Istilah yang tepat sebagaimana dikenal dalam karya-karya sarjana kalam klasik adalah:
a. 'illah maddiyyah
b. 'illah fa'iliyyah
c. 'illah shuriyyah
d. 'illah gha'iyyah
Ini hanya pinjaman saja dari konsep causa dalam pemikiran Aristoteles.
AB
Nidlol Masyhud <nidlol@ wrote:
Mas Badrudduja,
1. Sepertinya anda belum paham deskripsi konsep tauhid seperti apa yang dimaksudkan oleh Ibnu Taimiyyah, dari mana dia menyimpulkan, dan apa saja argumentasinya.
Saya tes : Apa artinya "Laa ilaaha illallaah"..?
2. Buku-bukunya Muhammad Ibnu Abdil Wahhab memang ditujukan untuk orang-orang yang tertarik dan mau tunduk dengan Al-Quran dan Hadits. Kalau anda tidak tertarik, ya berarti anda tidak masuk dalam target segmentasi para pembaca bukunya. Kalau sekedar membuat buku-buku yang dijejali pandangan subyektif kita dan bersih dari ayat-ayat suci, waah... gampang sekali.
3. Apa ucapan 'kaum wahabi' yang anda maksudkan yang mengkafirkan sekte Asy'ariyyah, Maturidiyyah, dan Muktazilah? Tolong dikutipkan secara jelas supaya tidak jadi fitnah dan biar bisa dibahas obyektif.
4. Saya tidak bertanya soal 4 kausanya Aristoletes. Anda salah gawang. Saya bertanya soal makna "al-`illatul ghaa'iyyah `illah faa`iliyyah li faa`iliyyatil `illatil faa`ilah".
Anda tahu? Ini ada kaitannya dengan konsep"Rububiyyah-Uluhiyyah".
5. Sekilas, anda sepertinya hobi baca-baca buku kalam Asy'ariyyah, Maturidiyyah, dan Muktazilah (sebab berani bilang "elaborasi yang menarik ... yang sangat kaya itu"). Saya tes: Apa pengertian "Al-'Aalam Haadits" menurut buku-buku itu?
Pertanyaan ini penting. Sebab banyak sekali orang mengaku asy'arian, tapi sama sekali buta soal konsep-konsep asy'ariyyah. Begitu juga dengan Maturidiyyah dan Muktazilah.
Salam.
--- In parapemikir@yahoogroups.com, Ahmad Badrudduja
<ahmadbadrudduja@ wrote:
Akhi Masyhud,
Kalau sekedar menulis buku dengan jejalan ayat dan hadis, lebih
mudah lagi :) Tinggal contek dari Quran dan Bukhari-Muslim, selesai
deh. Orang-orang Wahabi yang nggak mau pakai rasio (atau tepatnya
malas pakai rasio), memang mau pake metode "pak-eko", alias paket
ekonomi, murah meriah :) Contek
Akhirnya, sekarang kita lihat aja apa yang dicapai oleh
Wahabisme di
pemikiran. Kalau tak ditolong minyak, sudahlah kerajaan Saudi hanya
akan menjadi istana pasir yang mudah rontok.
Kalau mau tahu soal kaum Wahabi mengafirkan kalangan Asy'ariyah,
Maturidiyyah, Mu'tazilah dan mutasawwifah, baca sendiri
literatur yang
cukup banyak mengenai itu. Ini sudah pengetahuan umum. Jadi tak
perlu
rujukan khusus. Rujukan klasik yang sengaja diberangus oleh kalangan
Wahabi adalah dua buku karya saudara kandung Muhammad ibn Abdul
Wahhab, yaitu karya Sulayman ibn Abdul Wahhab, al-Shawa'iq
al-Ilahiyyah dan Zaini Dahlan, Khulasat al-Kalam fi Bayan Umara'
al-l-Balad al-Haram.
Poin yang ingin saya sampaikan dan Akhi Robet adalah bahwa konsep
hakimiyyah yang dikenalkan oleh kalangan Ikhwan, HTI yang basisnya
adalah teologi Wahabi itu hanyalah ijtihad semata; ijtihad yang
menurut saya ngawur dan mau dijadikan justfifikasi untun main
politik
atas nama Tuhan.
Yang sungguh saya sesalkan, banyak orang tertipu dengan konsep
yang
seolah-olah Islami ini.
Arti la ilaha illa l-Lah?
Masak arti syahadat ndak tahu, he he he.... Yang bener aja ah.
Kalau
bergurau jangan pakai slapstick dong :)))))))))))
AB
Nidlol Masyhud <nidlol@ wrote:
Mas Badrudduja,
Saya tidak meminta basa-basi yang banyak dan pelebaran tema. Cobalah
untuk fokus pada apa yang saya tanyakan.
BTW, anda pernah lihat bukunya Sulaiman ibnul Wahhab itu? apakah
buku
itu pernah ada di dunia..? ting tong.
NB : Masyhud itu nama ayah saya. Jadi tolong jangan panggil saya
dengan nama itu.
--- In parapemikir@yahoogroups.com, Ahmad Badrudduja
<ahmadbadrudduja@ wrote:
Akhi Ndlol,
Mohon maaf, saya menolak permintaan anda untuk fokus. Karena fokus
anda bukan fokus saya. Fokus saya adalah mau mengatakan bahwa tauhid
rububiyya-uluhiyyah itu "made-in" Ibn Taymiyah dan kaum Wahabi. Harus
dibedakan antara Islam dengan konsep bikinan orang kayak Ibn Abdul
Wahhab itu.
Boleh saja bikin konsep, tapi jangan merasa benar sendiri, sehingga
mengkafirkan orang lain.
Kata Sulaiman ibn Abdul Wahhab, saudaranya pendiri gerakan Wahabi
tetapi anti doktrin Wahabi itu: wa taj'alun mizan kufr al-nasi
mukhalafatakum wa mizan al-Islam muwafaqatakum.
Artinya kira-kira, kalian, kaum Wahabi, membuat standar kafir dan
tidak berdasarkan kriteria sederhana, yaitu cocok dengan kalian atau
tidak. Mereka yang cocok dengan pendapat kalian, kalian anggap Muslim,
yang berbeda kalian kafirkan.
Kalau Syekh Sulaiman pernah ke
remaja di
ala a-be-ge
AB
Nidlol Masyhud <nidlol@... wrote:
Anda yang mulai menanggapi apa yang menjadi fokus saya. Ketika saya
berikan pertanyaan balik.. mengapa lari..?
Tapi okelah.. saya ngalah. Saya akan ikuti fokus antum.
Poin pertama, soal rububiyyah-uluhiyyah yang ada bilang made in Ibnu
Taimiyyah. Apa pengertian ibnu Taimiyyah tentang "Laa ilaaha
illallaah" sehingga anda bisa bilang Tauhidnya Ibnu Taimiyyah itu
bukan konsep dari Al-Quran?
Kedua, anda sudah berani berlagak menukil kalima yang anda klaim
diucapkan oleh Syekh Sulaiman. Halaman berapa itu dibukunya? Apakah
anda pernah melihat langsung bukunya?
Salam.
--- In parapemikir@yahoogroups.com, Ahmad Badrudduja
<ahmadbadrudduja@... wrote:
Soal konsep tauhid Ibn Taymiyah, bisa anda baca sendiri di bukunya
Ibn Taymiyah yang sebagian dibagi-bagi gratis oleh pemerintah Saudi itu.
Tentu saya sudah melihat langsung buku saudara kandung Ibn Abdul
Wahhab itu. Kalau ndak lihat masak saya sebut. Hanya saja bukunya
sudah ndak ketahuan sekarang, ketlingsut di perpus saya. Kutipan dari
Syekh Sulaiman itu saya ambil dari bukunya Khalid Abul Fadl, the Great
Theft.
Memang kalangan Wahabi mencoba meragukan keaslian buku itu.
Biasalah, propaganda. Persis kayak Orde Baru dulu memberangus
buku-buku karangan orang PKI.
AB
Nidlol Masyhud <nidlol@yahoo.com wrote:
Saya tidak bertanya soal konsepnya Ibnu Taimiyyah. Ngapain saja
bertanya soal Ibnu Taimiyyah ke antum sedangkan karya beliau sudah
sangat populer? Saya hanya pertanya mengenai pemahaman antum terhadap
konsepnya Ibnu Taimiyyah yang antum anggap tidak sesuai dengan
Al-Quran itu.. Tunjukin dong kalau memang paham!
Tentang bukunya Syekh Sulaiman, poin pertanyaan saya bukan pada
keberadaan buku berjudul "Ash-Shawa'iq" yang dinisbatkan pada Syekh
Sulaiman. Kalau itu sih ga perlu ditanyakan lagi. Poin saya adalah
pada kebenaran nisbah dalam buku palsu ini. Kenapa? Karena jelas-jelas
buku ini ahistoris. Secara instrinsik maupun ekstrinsik jelas
meragukan. Masak ada putranya Abdul Wahhab menulis "firraddi 'alal
wahhabiyyah"? Ini
buku pedas buat saudara kandungnya dan para muridnya dengan judul:
"Bantahan untuk antek-antek Sukarno!"
Unik juga cara 'musuh-musuh wahabi' itu ingin beralih dari urusan
argumen ke urusan otoritas. hmm...
--- In parapemikir@yahoogroups.com, Ahmad Badrudduja
<ahmadbadrudduja@... wrote:
Persis itulah propaganda kaum Wahabi. Apa yang antum katakan itulah yang dipakai sebagai propagandi Wahabi di mana-mana.
Soal tauhid uluhiyyah-rububiyya, sudah terang sekali tak ada ayat atau hadis yang menerangkan itu dengan jelas. Ayat dan hadis sih berjibun di buku-bukunya Ibn Taymiyah.
Sama relatifnya dengan hujjah-hujjah kaum Mu'tazilah dan Asyariyah.
Yang lebih menggelikan lagi ya konsep hakimiyyah yang didasarkan pada tauhid uluhiyya itu. Seolah-olah konsep ini tauhid tulen, tapi isinya untuk main politik. Ya ngga?
AB
Article Series
-
Dualisme Rab dan Ilah
Related Articles
- Membincang keadilan Tuhan (Theodicy) dalam bencana tsunami di Aceh
- Mereka yang disebut Islam 2
- Mereka yang disebut islam
- Mereka yang disebut beriman
- Mereka yang disebut berhati bersih
- Mereka yang disebut kafir
- Mereka yang disebut orang Sholeh yang kaku
- Mereka yang disebut kaum intelektual
- Ada berapakah agama yang benar?
- Siapakah yang akan masuk Surga?
- Perbuatan baik Non Muslim
- STRATEGI BELAH BAMBU DAN ADU DOMBA ALA RAND CORPORATION (Dept.Pertahanan & Intelijen AS)
- Memberikan Balasan
- Keadilan
- Mutazilah
- Kehendak Bebas
