Kisah Ibrahim merupakan kisah yang dikenang sepanjang sejarah terutama oleh ajaran samawi Islam, Kristen, Yahudi dan disebut sebagai Bapak Monoteis. Kisah Ibrahim menarik karena prinsip pencariannya yang tak pernah kunjung usai dan dijelaskan secara menarik dalam Al-Qur’an.
Kisah Ibrahim merupakan kisah yang dikenang sepanjang sejarah terutama oleh ajaran samawi Islam, Kristen, Yahudi dan disebut sebagai Bapak Monoteis. Kisah Ibrahim menarik karena prinsip pencariannya yang tak pernah kunjung usai dan dijelaskan secara menarik dalam Al-Qur’an.
Qurban merupakan momentum bersejarah dalam ajaran samawi khususnya Islam ketika Ibrahim as diminta oleh Allah SWT untuk menyembelih anaknya Nabi Ismail as. Kisah ini dijadikan sebagai salah satu rangkaian Keimanan kepada Allah SWT dan dilaksanakan setelah Wukuf Arafah. Sebuah peristiwa yang menggemparkan kenapa ? karena seorang ayah yang ingin dikaruniai seorang putra setelah bertahun-tahun baru memperolehnya harus menghadapi situasi tidak mengenakkan ketika anaknya harus disembelih.
Namun peristiwa penyembelihan Nabi Ibrahim terhadap anaknya dirubah dengan hewan ternak dan merupakan ajaran Tauhid yang berimplikasi sosial yaitu adanya interaksi antara kaum kaya dengan kaum miskin melalui media Hewan dengan pondasi Keimanan. Nabi Ibrahim sebagai sebuah keluarga dijadikan suri tauladan terbaik sepanjang sejarah atas bukti Cinta terhadap Yang Esa terutama oleh Islam dan ajaran samawi lainnya dimana Cinta sebagai porosnya.
Keluarga Para Nabi yang dijadikan sebagai model bukan property semata Nabi Ibrahim melainkan Nabi Muhammad. Nabi Muhammad dijadikan model terbaik sepanjang sejarah karena merupakan penjelmaan Para Nabi sebelumnya atau Insan kamil dalam istilaf Filsafatnya selain warisan dari keturunannya.
Cinta menjadi inheren dalam dirinya, banyak kutipan sejarah mengenai perilaku beliau yang welas asih terhadap sesama, bak sinterklas yang membagi-bagikan bagi mereka yang lapar dan kehausan. Perilaku tersebut bukan hanya milik Sang Nabi melainkan menantunya yaitu Ali Sang Singa padang pasir beserta istri dan putra-putranya sewaktu mereka kedatangan seorang miskin pada saat menjelang buka, mereka berikan makanan buka puasa kepada seorang miskin sehingga mereka berbuka puasa dengan air minum.
Namun kisah mengharu-biru keluarga Nabi Muhammad bukan berhenti sebatas perkara menyantuni fakir miskin melainkan perlawanan terhadap kemiskinan yang disebabkan kesewenang-wenangan dikarenakan segelintir elit dan dilakukan oleh cucunya, Putra Ali Sang Singa serta Sayyidah Fathimah ibu bagi ayahnya yaitu Sayyidina Husein Pemuda Penghulu Surga.
Pesan Nabi Ibrahim dengan hewan sebagai jembatan sosialnya sementara pengurbanan Sayyidina Husein dengan mengurbankan dirinya di tanah Karbala –Iraq sekarang- hingga dipenggal kepalanya sebagai wujud perlawanan terhadap sistem sosial yang tidak adil, kesewenang-wenangan, yang dilakukan oleh Yazid cucu Abu Sufyan dan dikenal dengan peristiwa 10 Muharram, tidak heran duka keluarga Nabi Muhammad sebagai model terbaik sepanjang sejarah dilakukan berbeda-beda sesuai kultur masyarakat dengan semangat mengenang Kesyahidan Heroik Sayyidina Husein. Inilah salah satu ajaran Tauhid karena Cinta rela berkorban apapun dan memiliki implikasi sosial sangat luas dan masyarakat memperoleh manfaat langsung akan keberadaan agama dengan memperoleh bensin yang murah, sekolah murah dsb
Wallahu’alam