Suatu hari Wartawan parapemikir.com mempunyai kesempatan ‘mewawancarai’ seorang bijak bestari yang terkenal dinegerinya para sufi.
Wartawan Parapemikir.com : "Wahai Tuan yang bijaksana, Apakah yang manusia lakukan yang paling menggelikan engkau?"
Orang Bijak : "Mereka menghilangkan kesehatan mereka sendiri demi uang, dan kemudian kehilangan uang untuk mengembalikan kesehatan mereka,"
Suatu hari Wartawan parapemikir.com mempunyai kesempatan ‘mewawancarai’ seorang bijak bestari yang terkenal dinegerinya para sufi.
Wartawan Parapemikir.com : "Wahai Tuan yang bijaksana, Apakah yang manusia lakukan yang paling menggelikan engkau?"
Orang Bijak : "Mereka menghilangkan kesehatan mereka sendiri demi uang, dan kemudian kehilangan uang untuk mengembalikan kesehatan mereka,"
"Karena terus khawatir tentang masa depan, mereka melupakan masa sekarang
sehingga mereka tidak hidup untuk masa sekarang maupun masa depan"
"Mereka hidup seolah olah tidak akan pernah mati , dan mereka mati seolah-olah
tidak pernah hidup,"..
(Tangan Orang Bijak itu kemudian menggenggam tangan wartawan parapemikir.com dan mereka terdiam...)
Setelah beberapa lama terdiam, Wartawan parapemikir.com berkata,"bolehkah saya mengajukan pertanyaan lain?" sebagai seorang Ayah/Bapak, apa yang engkau ingin anak-anakmu lakukan di tahun 2008 ini?"
Orang Bijak itu menjawab sembari melemparkan senyum hangat nan teduh..
"Untuk belajar BAHWA mereka tidak dapat membuat siapapun mengasihi mereka. Apa yang dapat mereka lakukan adalah membiarkan diri mereka dikasihi."
"Untuk belajar BAHWA membutuhkan bertahun tahun lamanya untuk membangun
kepercayaan dan beberapa detik untuk meng-hancurkannnya,"
'Untuk belajar BAHWA apa yang paling bernilai bukanlah apa yang mereka miliki
dalam hidup, tetapi siapa yang mereka miliki dalam hidup."
"Untuk belajar BAHWA tidak baik membandingkan diri dengan orang lain.Akan selalu
ada orang lain yang lebih baik atau lebih buruk dari mereka."
"Untuk belajar BAHWA orang yang kaya bukanlah orang yang memiliki segala hal,
tetapi orang yang membutuhkan paling sedikit,"
Sambil menggeser tempat duduknya, Orang bijak itu lalu memandang kehamparan alam, sepi, padat, menyatu.
Wartawan parapemikir.com menarik nafas dalam-dalam, merenung...
Hari sudah beranjak siang, perlahan Orang Bijak itu mengusap dada wartawan parapemikir.com sambil memberikan perasaan aman lalu kata-nya lagi,
"Untuk belajar BAHWA mereka seharusnya mengendalikan sikap mereka, atau sikap
itu yang akan mengendalikan mereka,"
"Untuk belajar BAHWA hanya diperlukan waktu beberapa detik untuk membuka luka
yang amat dalam pada diri orang yang kita kasihi, dan membutuhkan waktu
bertahun tahun untuk menyembuhkannya,"
"Untuk belajar BAHWA sementara mereka merasa marah, mereka tidak berhak membuat orang lain disekeliling mereka ikut marah,"
"Untuk belajar BAHWA teman sejati itu langka,dan ia yang telah menemukan teman
sejati telah menemukan harta yang sesungguhnya,"
"Untuk belajar BAHWA tidak lah cukup mereka dimaafkan oleh orang lain, tetapi
mereka perlu memaafkan diri mereka sendiri"
"Untuk belajar BAHWA mereka adalah tuan untuk apa yang mereka simpan dan tawanan untuk apa yang mereka telah katakan"
"Untuk belajar BAHWA kebahagian adalah sebuah keputusan. Mereka dapat memutuskan untuk bahagia dengan apa adanya mereka dan apa yang mereka miliki, atau mati akibat rasa iri dan kecemburuan karena merasa kurang"
Wartawan parapemikir.com mencoba menengadah menatap wajah orang bijak ini, dan kemudian tertunduk lesu lemas memikirkan apa yang sudah diperbuatnya selama ini...