Recent News
Interaksi Parapemikir
- Published 04/8/2008
Bagi yang ingin berinteraksi , mengklarifikasi dan berdiskusi tentang isi situs ini, silakan bergabung dimilist. Scroll/lihat dikotak paling bawah dan isi alamat email anda dikotak yang sudah disediakan, kemudian klik tombol 'Yahoogroups Joint Now' dan seketika itu anda sudah bisa berinteraksi dengan para pemikir yang lainnya. Selamat Bergabung... :)
Featured Articles
STRATEGI BELAH BAMBU DAN ADU DOMBA ALA RAND CORPORATION (Dept.Pertahanan & Intelijen AS)
- By Diskusi Milist Parapemikir
- Published 06/8/2008
- TEOLOGI
- Unrated
Saya mendukung Ahmadiyah dalam kerangka kebebasan beragama dan berkeyakinan. Ahmadiyah memang sesat secara teologis, namun dalam kerangka demokrasi dan HAM, mereka tetap memiliki hak untuk eksis dan mempraktekkan keyakinannya. Kesesatan teologis tidak bisa dijadikan alasan untuk melarang suatu aliran agama. Kesesatan teologis adalah urusan vertikal umat manusia dengan Tuhannya.
TIDAK ADA SUBSIDI BBM! ITU PENIPUAN MASSAL
- By Milist Parapemikir
- Published 05/28/2008
- POLITICS
- Unrated
Pemerintah mengambil minyak bumi milik rakyat secara gratis dengan biaya hanya US$ 10 per barrel. Tapi, karena hanya bisa menjualnya seharga US$ 77 per barrel pemerintah merasa rugi, karena harga minyak internasional lebih dari harga US$ 77 per barrel.
TAPI, BUKANKAH INDONESIA IMPOR BBM?
Indonesia tidak impor BBM 100%. Kebutuhan BBM Indonesia 1,2 juta barrel per hari (BPH). Indonesia mampu memproduksi 1 juta barrel per hari dengan biaya = US$ 15 BPH. Jadi, hjarusnya Indonesia hanya impor 0,2 juta BPH dengan perhitungan biaya harga internasional juga ± US$ 15/barrel
Dualisme Rab dan Ilah
- By Diskusi Milist Parapemikir
- Published 05/25/2008
- TEOLOGI
- Unrated
Kalau pun benar, tuhannya NU adalah Rab dan tuhannya wahaby adalah ilah, maka nanti yang ditanya di alam qubur cuma orang NU saja. Sedangkan wahaby tidak.
Apakah Agnotisme itu ilmiah?
- By Diskusi Milist Parapemikir
- Published 05/20/2008
- FILSAFAT
- Unrated
Jika kita hendak membahas “tuhan”, pertama-tama kita harus mengetahui di mana “posisi” pemahaman kita terhadap tuhan, apakah berada di wilayah “tuhan filsafat” atau “tuhan normatif”.Yang saya maksud “tuhan falsafati” adalah tuhan dalam kerangka penalaran filsafat yang bersifat umum (general), logis (beralasan), dan “bebas nilai” (objektif).
~~Sepertinya Renungan~~
- By Iman K.
- Published 05/19/2008
- SEPERTINYA INFO
-
Rating:




Suatu hari Wartawan parapemikir.com mempunyai kesempatan ‘mewawancarai’ seorang bijak bestari yang terkenal dinegerinya para sufi.
Wartawan Parapemikir.com : "Wahai Tuan yang bijaksana, Apakah yang manusia lakukan yang paling menggelikan engkau?"
Orang Bijak : "Mereka menghilangkan kesehatan mereka sendiri demi uang, dan kemudian kehilangan uang untuk mengembalikan kesehatan mereka,"
Tuhan Pencipta Alam Semesta
- By Milist Parapemikir
- Published 05/18/2008
- FILSAFAT
- Unrated
Seorang bijak bestari, pada suatu kesempatan bertanya kepada seorang ibu tua perajut benang tentang bagaimana ia dapat mengenal Tuhan. Si ibu tersebut berkata: "Rajutan benang yang sedemikian rapi terwujud berkat cipta dan karyaku. Apatah lagi dunia yang sedemikian besar dan agung ini, tidak mungkin tercipta tanpa ada yang menciptakan dan menatanya."
Motivasi Mencari Pencipta
- By Milist Parapemikir
- Published 05/18/2008
- FILSAFAT
- Unrated
Di antara kelebihan dan keistimewaan manusia dari makhluk lainnya adalah adanya rasa ingin tahu (kuriositas) terhadap berbagai realitas dan hakikat. Setiap manusia memiliki sifat tersebut -sebagai fitrah yang bersemayam di dalam jati dirinya- yang mulai tampak sejak masa kanak-kanak sampai akhir usianya. Perasaan tersebut bukan hanya mendorong seseorang untuk mengetahui dan mengenal segala apa yang ada di hadapan matanya dan yang ia dengar, bahkan perasaan itupun mendorongnya ingin mengenal dan mengetahui siapa dirinya dan penciptanya.
Allah memberikan balasan (al wa`d wal wa`id)
Semua orang sepakat tentang ini, tapi kenapa ketika kaum Mu`tazilah menetapkan ini sebagai akidah pokoknya kemudian lantas memancing persoalan baru bagi sebagian ulama lainnya?
Mari kita lihat…
Sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama bahwa tidak ada diantara umat islam yang menentang dan mempersoalkan keadilan Ilahi dalam tataran substansi. Kalaupun terjadi perbedaan dan perselisihan, ini biasanya terjadi hanya karena masalah tafsiran saja.
Kalau kita perhatikan sekilas tentang apa saja yang dijadikan kaum Mu`tazilah sebagai akidah pokoknya, nampaknya tidak ada yang aneh dan istimewa disana, bahkan poin nomor satu dan dua disepakati secara umum oleh banyak ulama sebagai dasar akidah islam itu sendiri. Tetapi kenapa pemikiran mereka ini bagi sebagian tokoh islam lainnya malahan dianggap sebagai sebuah pemikiran yang ‘berbahaya’ ?
Mari kita lihat…
Persoalan dokrin atau akidah (tentang keyakinan hati) menjadi bahasan penting ketika ada diantara sekelompok orang yang mempersoalkan, apakah orang-orang fasik itu masih dianggap muslim (beriman) atau sudah jadi kafir karena kekufurannya?
Dan mengenai manusia, apakah manusia sesungguhnya mempunyai kehendak bebas atau apakah semua perbuatan manusia itu sudah “disetir” oleh Tuhan. Manusia itu bisa memilih nasibnya sendiri atau semuanya sudah ‘diatur’ oleh Tuhan?
After Wensinck’s brilliant study,[1] a fresh examination of the argument for the existence of God in Islam might appear impertinent. Some justification for the present discussion, however, may be found in the fact that some of the material on which this study is based was not available to Wensinck, when his monograph appeared in 1936, and in the slightly different interpretation of certain relevant data here attempted.
Mak Lampir tertawa terkekeh-kekeh, dan Nyai Loro Kidul pun menarik kais kereta kudanya meniti jalan diangkasa. Begitu pula pendekar dari dunia kramat itu, melewati kobaran api yang dahsyat dengan menunggang kuda sembrani. Dan disudut negeri yang lain, Gatot Kaca dan Superman tertegun satu sama lain menatap ke unikan kostum terbang masing-masing.
Demokrasi adalah tentang bagaimana caranya untuk mendapatkan kebebasan berpendapat, persamaan hak, kesetaraan dan pengakuan. Hak Asasi adalah hak paling mendasar yang dimiliki oleh setiap anak manusia, hak akan kebebasan, hak akan hidup, hak akan mendapatkan ilmu dan lain-lain. Demikianlah definisi dari kata demokrasi dan hak asasi yang sering kita temui dibeberapa buku, tapi apakah memang demikian pengertian demokrasi yang difahami oleh semua orang dan disetiap negara?
Orang batak suka main gitar, Ah dasar orang batak. Orang jawa ngomongnya halus, memang orang jawa itu baik-baik. Orang batak ngomongnya kasar, karena orang batak kebanyakan dari
Ketika berbicara dengan anggota keluarga dan berdiskusi dengan orang banyak kita sering berbicara ‘sekena’ nya saja. Misalnya ngomogin orang jepang, kita enteng saja mengatakan bahwa orang jepang rajin-rajin. Pertanyaannya adalah, apakah semua dari kita sudah tahu dengan apa yang kita ucapkan itu? Apakah orang jepang yang kita maksudkan itu adalah semua orang jepang? Sebagian orang jepang atau seorang jepang?
Recent Articles
Website Marketing Companies - A Checklist To The Advantages
- By Derek Rogers
- Published 02/16/2008
- Internet
- Unrated
Top Ten Must Buy Laptop Accessories
- By James Brown
- Published 02/16/2008
- Computers and Technology
- Unrated

